RSS

PERMASALAHAN WAKAF DAN LEMBAGA-LEMBAGA KEAGAMAAN DI INDONESIA (MUDZAKARAH WAKAF UANG ULAMA RIFA’IYAH) | Tanbihun Online

http://tanbihun.com/fikih/bahsul-masail/permasalahan-wakaf-dan-lembaga-lembaga-keagamaan-di-indonesia-mudzakarah-wakaf-uang-ulama-rifa%E2%80%99iyah/?wpmp_tp=11

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 13 September 2013 in Artikel

 

NAMA-NAMA PESERTA YANG LULUS UJIAN PROFESI ADVOKAT TAHUN 2013

Merujuk pada Keputusan Panitia Ujian Profesi Advokat (PUPA) Tahun 2013  Nomor: KEP.004/PUPA-PERADI/2013 tanggal 20 Mei 2013, berikut adalah hasil Ujian Profesi Advokat (UPA) pada tanggal 23 Maret 2013 di 16 (enam belas) Kota di Indonesia.*Data Terlampir

download disini*

 
 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 20 Mei 2013 in Uncategorized

 

PKL mahasiswa fak hukum UNES

image

Tema: @ mediasi code penal
            @ bentuk badan hukum LBH

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 25 April 2013 in Lain-lain

 

KANTOR ADVOKAT TEMPAT MAGANG JATENG

Direktori Kantor Advokat yang Melaksanakan Magang untuk Calon Advokat (LENGKAP)
Di bawah ini adalah direktori Kantor Advokat dan Kantor/Lembaga Bantuan Hukum yang melaksanakan magang untuk Calon Advokat di 17 wilayah/propinsi di Indonesia. Data ini berdasarkan seluruh laporan pelaksanaan magang yang masuk ke PERADI hingga akhir 2007.sumber: update to:http://www.peradi.or.id/in/detail.viewer.php?catid=12d8ba6a052d221b09e04eada4ca428c&cgyid= 
 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 25 Februari 2013 in PERADI

 

MAGANG BAGI CALON ADVOKAT

Kantor “LEMBAGA BANTUAN HUKUM SUNAN KALIJOGO DEMAK” yang didirikan oleh Advokad SUTRISNO, SAg., SH., MH adalah sebuah kantor layanan jasa bantuan hukum, yang meliputi layanan jasa bidang hukum baik secara Litigasi dan Non-Litigasi yang berkantor di  Jalan Stasiun no. 17 Demak.
Kantor “LEMBAGA BANTUAN HUKUM SUNAN KALIJOGO DEMAK” dalam operasionalnya memberikan jasa bantuan hukum dalam  Perkara: Pertanahan, Perbankan, Keluarga/Perceraian/Waris, Hak Kekayaan Intelektual (Cipta, Merek, dll), Pidana umum dan khusus, Tata Usaha Negara, Ketenagakerjaan/Perburuhan, Finance, Eksekusi dan berperan pula dalam kegiatan penyuluhan hukum dan mediator;
Dalam perkembangannya, banyak Calon Advokat (telah mengikuti PKPA dan telah Lulus Ujian Profesi Advokat yang dilaksanakan oleh PERADI, namun belum mendapat tempat Magang Advokat sebagaimana amanat UU Advokat, Calon Advokat wajib Magang selama 2 tahun. Untuk itu, kami memberi kesempatan kepada Calon Advokat, yang telah mengikuti Pendidikan Khusus Profesi Advokat, dan telah Lulus Ujian Profesi Advokat yang diselenggarakan oleh PERADI, berusia maksimum 28 tahun, berdomisili di wilayah hukum Pengadilan Tinggi Jawa Tengah dan sekitarnya; Bersedia mengikuti bimbingan dari advokat senior di LBH tersebut, mengikuti jadwal sidang, mengikuti aturan  yang ditetapkan oleh LBH dan memiliki motivasi untuk jadi Advokat (bukan asal magang);
Advokad senior pada kantor LBH SUNAN KALIJOGO Demak tersebut telah terdaftar dan terakreditasi sebagai kantor advokad magang dari DPN PERADI;
Bagi yang berminat untuk mengikuti program magang advokat ini, dapat datang langsung
ke kantor LBH SUNAN KALIJOGO
Jl. Stasiun Nomor 17 Demak Jawa Tengah 
Phone: (0291) 6904522- Hp. 081 325 700 500
atau kirimkan Permohonan dan CF (lengkap) melalui :
email: lbhkalijogo@demak.com
 

Menjadi pengacara,lawyer atau sekarang yang lebih dikenal sebagai Advokat mungkin adalah tujuan sebagian besar mahasiswa di Fakultas Hukum.Menjadi Advokat sungguhan itu sungguh sulit perjuangannya.

Untuk menjadi seorang Advokat proses yang harus dilewati adalah:

1.Setelah lulus dari fakultas hukum dan/ fakultas hukum Islam dan menyandang gelar Sarjana Hukum/Sarjana sya’riah(hukum Islam) kemudian mengikuti Pendidikan Khusus Profesi Advokat yang diselenggarakan oleh Perhimpunan Advokat Indonesia (PERADI).

2.Setelah lulus PKPA dan mendapatkan sertifikat PKPA mengikuti Ujian Advokat yang diselenggarakan oleh PERADi.

3.Setelah Lulus Ujian Advokat PERADI adalah magang selama 2 tahun.

4. Pelaksanaan Magang untuk Calon Advokat
Satu di antara persyaratan yang harus dilalui untuk menjadi advokat adalah mengikuti magang selama 2 (dua) tahun terus-menerus di kantor advokat.

Persyaratan Kantor Advokat yang Menerima Magang Calon Advokat
Kantor Advokat yang dapat menerima magang adalah Kantor Advokat yang memenuhi syarat-syarat di bawah ini:
a. Didirikan oleh seorang atau lebih Advokat yang telah terdaftar dalam Buku Daftar Anggota PERADI;
b. Tersedianya Advokat yang dapat menjadi Advokat pendamping (“Advokat Pendamping”) untuk para Calon Advokat yang menjalankan magang;
c. Bersedia menerbitkan surat keterangan magang (“Surat Keterangan Magang” –Contoh terlampir sebagai Lampiran 1) yang isinya menjelaskan bahwa Calon Advokat telah menjalani magang di Kantor Advokat dan menerangkan jangka waktu magang Calon Advokat;
d. Bersedia memberikan bukti-bukti bahwa Calon Advokat telah menjalani magang di Kantor Advokat;
e. Bersedia membuat laporan berkala tentang pelaksanaan magang untuk disampaikan ke PERADI setiap 6 (enam) bulan dan/atau pada saat Calon Advokat berhenti melakukan magang di Kantor Advokat yang bersangkutan.

Persyaratan Advokat Pendamping dalam Magang Calon Advokat
Advokat yang dapat menjadi Advokat Pendamping harus memenuhi ketentuan berikut:
a. Terdaftar dalam Buku Daftar Anggota;
b. Telah menjadi Advokat selama sedikitnya 7 (tujuh) tahun ketika akan mulai menjadi Advokat Pendamping;
c. Tidak sedang cuti sebagai Advokat;
d. Tidak sedang menjalani sanksi pemberhentian sementara oleh Dewan Kehormatan PERADI;
e. Tidak sedang menjalani hukuman pidana.

Persyaratan Magang untuk Calon Advokat
Calon Advokat yang hendak menjalani magang wajib mengajukan permohonan magang kepada Kantor Advokat yang memenuhi persyaratan dengan syarat-syarat sebagai berikut:
a. Warga negara Indonesia;
b. Bertempat tinggal di Indonesia;
c. Tidak berstatus sebagai pegawai negeri atau pejabat negara;
d. Lulusan pendidikan tinggi hukum sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 Ayat (1) Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2003 tentang Advokat (“UU Advokat”);
e. Telah mengikuti Pendidikan Khusus Profesi Advokat yang diselenggarakan oleh PERADI dan telah lulus Ujian Advokat.

Ruang Lingkup Magang Calon Advokat
* Selama masa magang (2 tahun), Calon Advokat harus membuat sedikitnya 3 (tiga) laporan persidangan perkara pidana yang bukan merupakan perkara sumir dan 6 (enam) Laporan Sidang perkara perdata.
* Laporan-laporan Sidang tersebut adalah laporan atas setiap sidang yang dimulai pada sidang pertama sampai dengan adanya putusan atas masing-masing perkara dimaksud. Perkara-perkara dimaksud tidak harus merupakan perkara-perkara yang ditangani oleh Kantor Advokat tempat Calon Advokat melakukan magang.
* Selain ruang lingkup persidangan perkara pidana dan perkara perdata tersebut, Kantor Advokat dapat juga memberikan pembimbingan, pelatihan, dan kesempatan praktik di bidang lainnya kepada Calon Advokat, antara lain:
a. Berpartisipasi dalam suatu pekerjaan kasus atau proyek, baik di bidang litigasi maupun non-litigasi;
b. Melakukan riset hukum di dalam maupun di luar Kantor Advokat;
c. Menyusun konsep, laporan tentang pekerjaan yang dilakukannya berupa memo, minuta, korespondensi e-mail, perjanjian-perjanjian, dan dokumen hukum lainnya;
d. Menerjemahkan peraturan, memo, artikel dari bahasa Indonesia ke bahasa asing ataupun sebaliknya; dan/atau
e. Menganalisa perjanjian atau kontrak.
* Calon Advokat tidak dibenarkan memberikan jasa hukum secara langsung kepada klien, tetapi semata-mata mendampingi/membantu Advokat Pendamping dalam memberikan jasa hukum.
* Pemberian magang oleh Kantor Advokat kepada Calon Advokat tidak berarti bahwa Calon Advokat harus menjadi karyawan pada Kantor Advokat tempat ia melakukan magang.

Tugas Advokat Pendamping
Advokat Pendamping bertugas:
a. Memberikan bimbingan dan pembelajaran dalam berpraktik hukum;
b. Melakukan pengawasan terhadap kerja dan perilaku Calon Advokat yang menjalankan magang agar Calon Advokat tersebut dapat memiliki pengalaman praktis yang mendukung kemampuan, keterampilan, dan etika yang baik dalam menjalankan profesinya;
c. Mengevaluasi pekerjaan yang dilakukan Calon Advokat selama menjalani magang, dan melaporkannya kepada PERADI secara berkala;
d. Memastikan bahwa setiap Laporan Sidang adalah benar dan turut menandatangani Laporan Sidang tersebut untuk nantinya disampaikan ke PERADI bersama dengan Laporan Berkala;
e. Melaporkan ke PERADI tentang adanya Calon Advokat yang sedang melakukan magang paling lambat 14 (empat belas) hari terhitung sejak Calon Advokat melakukan magang;
f. Dalam hal Advokat Pendamping bukan merupakan Advokat yang sekaligus berwenang mewakili Kantor Advokat untuk menerbitkan Surat Keterangan Magang, maka Surat Keterangan Magang wajib juga ditandatangani oleh Advokat Pendamping.

Surat Keterangan Magang
* Kantor Advokat akan menerbitkan Surat Keterangan Magang bagi Calon Advokat yang telah selesai menjalankan masa magang di Kantor Advokat tersebut sesuai dengan lamanya waktu Calon Advokat melakukan magang.
* Surat Keterangan Magang ini dapat dijadikan bukti bahwa Calon Advokat tersebut sudah menjalani maganguntuk memenuhi persyaratan magang sebagaimana disebutkan dalam Pasal 3 ayat (1) huruf g UU Advokat.

 

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 24 Februari 2013 in PERADI

 

Pergi ke Batam, Anas Ingin Amankan Aset pribadinya ?

This slideshow requires JavaScript.

http://m.tribunnews.com/2013/02/25/pergi-ke-batam-anas-ingin-amankan-aset

Sehari setelah menyatakan berhenti sebagai Ketua Umum DPP Partai Demokrat, Anas Urbaningrum diam-diam terbang ke Batam untuk menggelar pertemuan rahasia dengan sejumlah loyalisnya, Minggu (24/2/2013).

Pertemuan dilakukan di sebuah hotel dan rumah makan terkenal di tepi laut, kawasan Bengkong Laut, Batam. Anas terbang ke Batam menumpang Garuda Indonesia GA 0152 pukul 09.00 WIB dan mendarat sekitar pukul 10.15 WIB di Bandara Hang Nadim.

Seorang kader Partai Demokrat Kepri yang enggan disebutkan namanya membenarkan kedatangan Anas ke Batam.

“Benar, Bang Anas ke Batam. Namun saya tidak tahu agendanya apa. Anas baru terbang lagi ke Jakarta pukul 15.00 . Dia datang bersama ajudannya. Namanya Sutomo,” kata kader itu.

Kader tersebut menduga pertemuan itu masih berhubungan dengan upaya Anas mengamankan posisinya, terutama setelah dijaring sebagai tersangka kasus korupsi proyek pembangunan kompleks olahraga di Hambalang, Bogor. Muncul kabar, Anas tercatat sebagai komisaris di sebuah perusahaan besar di wilayah Kepulauan Riau milik seorang loyalisnya.

“Saya dengar informasi Anas berperan sebagai komisaris dalam perusahaan itu. Saya menduga, kedatangan Anas ada kaitannya dengan upayanya mengamankan aset tersebut. Sebab, ada informasi dari Jakarta bahwa Pusat Pelaporan dan Analisa Transaksi Keuangan (PPATK) mau selidiki aset Anas,” katanya.

Apri Sujadi, Ketua DPD Partai Demokrat Kepri, enggan memberi konfirmasi mengenai kedatangan Anas ke Batam. Ia hanya mengaku sempat membaca kabar kedatangan Anas itu di sebuah media online.

“Buat apa kami memberikan komentar mengenai orang yang bukan lagi Ketua Umum DPP Partai Demokrat. Mari kita bicarakan soal progres partai dan bagaimana mengembangkan Partai Demokrat itu ke depan,” ujar Apri.

Menurut sejumlah saksi mata, Anas Urbaningrum datang ke Batam mengenakan baju hitam. Wajahnya terlihat kelelahan. Seorang saksi mata mengaku sempat menyapa Anas.

“Ia bilang hanya ingin makan sup ikan di Batam,” ujarnya menirukan jawaban Anas.

Saat berada di Bandara Hang Nadim, Anas dikawal dua orang pria berbadan besar. Selanjutnya ia menumpang mobil Toyota Innova warna biru muda.

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 24 Februari 2013 in Seputar Masalah Hukum

 

anas pusing, kabur rapat ke batam dengan loyalisnya

anas pusing

Sehari setelah menyatakan berhenti sebagai Ketua Umum DPP Partai Demokrat, Anas Urbaningrum diam-diam terbang ke Batam untuk menggelar pertemuan rahasia dengan sejumlah loyalisnya, Minggu (24/2/2013).
Pertemuan dilakukan di sebuah hotel dan rumah makan terkenal di tepi laut, kawasan Bengkong Laut, Batam. Anas terbang ke Batam menumpang Garuda Indonesia GA 0152 pukul 09.00 WIB dan mendarat sekitar pukul 10.15 WIB di Bandara Hang Nadim Batam.
Seorang kader Partai Demokrat Kepri membenarkan kedatangan Anas ke Batam. “Benar, Bang Anas ke Batam. Namun saya tidak tahu agendanya apa. Anas baru terbang lagi ke Jakarta pukul 15.00 WIB. Dia datang bersama ajudannya. Namanya Sutomo,” kata kader itu.
Kader tersebut menduga pertemuan itu masih berhubungan dengan upaya Anas mengamankan posisinya, terutama setelah dijaring sebagai tersangka kasus korupsi proyek pembangunan kompleks olahraga di Hambalang, Bogor. Muncul kabar, Anas tercatat sebagai komisaris di sebuah perusahaan besar di wilayah Kepulauan Riau milik seorang loyalisnya.

lovalis
“Saya dengar informasi Anas berperan sebagai komisaris dalam perusahaan itu. Saya menduga, kedatangan Anas ada kaitannya dengan upayanya mengamankan aset tersebut. Sebab, ada informasi dari Jakarta bahwa Pusat Pelaporan dan Analisa Transaksi Keuangan (PPATK) mau selidiki aset Anas,” katanya.
Abdul Aziz, anggota DPRD Kepri yang juga mantan Ketua DPD Demokrat Kepri menceritakan, sebagai kader yang loyal kepada partai, dirinya menyampaikan informasi keberadaan Anas itu kepada Ketua Dewan Pembina dan Ny Ani Yudhoyono.
“Ya sekarang kami ikuti aturan saja. Anas Urbaningrum sudah ditetapkan jadi tersangka oleh KPK. Jadi keberadaan Anas di Kepri atau Batam untuk tujuan apa? Kalau mau koordinasi dengan DPD Partai Demokrat Kepri, status Anas sebagai apa? Ia kan sudah mundur dari Ketua Umum DPP Demokrat,” kata Abdul Aziz

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 24 Februari 2013 in Seputar Masalah Hukum

 
 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 373 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: